16/12/11

Yang muda, yang idealis

Seorang anak muda yang begitu bersemangat dan penuh idealisme? Ah itu sudah biasa. Seorang anak muda yang berbicara tentang kejamnya penguasa? Ah itu juga sudah biasa. Seorang anak muda yang kata-katanya adalah kata-kata perlawanan? Ah itu yang paling biasa.

Bagaimana mengatahui kalau dia luar biasa? Ya, gampang saja, berikanlah mereka kekuasaan. Tapi saya pikir mereka akan melakukan hal-hal yang dulunya mereka tentang sendiri, paling tidak mereka akan belajar menjadi penindas. Maka jangan heran kalau seseorang yang dulunya aktivis, suka demo (bukan demo masak), anti kezaliman, tapi saat menduduki jabatan tertentu, mereka pun lupa kalau korupsi itu dosa.

Manusia memang sering diserang amnesia, saat miskin selalu ingin menyumbang, giliran kaya, lupalah Ia. Kalau salah, paling-paling dikatakan khilaf, walaupun dilakukan berkali-kali. Adakah khilaf berkali-kali? Ya ada saja, itu namanya khilaf yang diulang-ulang.

Yang korup kan kebanyakan orang yang dulunya sangat idealis?
Emang enggak boleh orang yang idealis beralih profesi menjadi koruptor? Jawab saja tidak boleh! Karena memang tidak boleh, atau haram menurut agama.

Hahahaha…Haram. Menarik juga kosakata ini, sangat familiar di mimbar-mimbar khotbah jumat. Kata haram seperti pedang yang mengancam. Ia sebagai alat untuk menakut-nakuti orang yang beragama. Jadi kalau tidak mau takut dengan kata-kata haram,ya jangan beragama!

Ingin tahu kondisi 20 tahun ke depan, ya lihatlah sekarang, lihatlah anak-anak mudanya, karena pemuda adalah harapan bangsa. Jika Ia rusak, rusaklah bangsa kedepannya.

Masalahnya, anak muda pun tidak lepas dari khilaf yang disengaja. Lihat saja berita tentang korupsi! Hal ini mulai digandrungi oleh anak muda. Jadi korupsi bukan lagi menjadi pekerjaan orang tua. Anak muda pun mulai tertarik dan secara terang-terangan. Lihatlah Nazaraddin, atau lihatlah rekening gendut PNS muda.

Saya tidak munafik, seandainya saya tidak makan selama sehari-semalam saja, tiba-tiba datang seseorang membawakan roti hasil curiannya dari sebuah toko di pinggir jalan, apakah aku menolaknya? Iya tergantung kekuatan iman.

Anak muda, yang bangga dengan jiwa mudanya, bangga dengan isi kepalanya (meski kadang mereka tak tahu apa fungsi dari kepala), janganlah engkau terlalu berlebihan. Berjalanlah sesuai alur yang ada, lawanlah karena memang pantas untuk dilawan, bukan karena ada maksud yang tersembunyi.

Kita sama-sama muda, sama-sama menghadapi masa depan yang tak pasti, bisa saja kita yang hari ini berilmu, tapi esok kita pula yang membodohi, atau sebaliknya.

Anak muda…teriakkanlah MERDEKA selagi masih muda! Karena dihari tua, belum tentu engkau menjadi makhluk yang merdeka.

Salam Anak Muda…



0 komentar:

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | GreenGeeks Review