Reportase: Sabtu 4 Februari 2012
Hari ini Bank BNI 46 dan Bank BPD Jatim di kampus III UMM tidak seperti biasanya. Seperti biasanya, tiap akhir pekan bank itu tutup tanpa ada aktivitis transaksi keuangan. Tapi hari ini, meskipun hari sabtu, kedua bank tersebut tetap buka demi melayani mahasiswa yang akan melunasi pembayaran yang diwajibkan oleh kampus.
Pemandangan yang tak aneh di depan loket pembayaran. Mahasiswa dan juga mahasiswi bederet tak beraturan. Mengantri dan menunggu giliran untuk membayar ke pegawai bank. Hal ini sebenarnya tidak terjadi pada kali ini saja, tapi sudah sering dijumpai tiap masa pembayaran tiba, para mahasiswa selalu bergerumbul bagai semut yang mendapatkan sepotong gula pasir.
Keluhan dan teriakan kesal mahasiswa dimana-mana terdengar. Apalagi ketika seseorang mencoba menerobos ke barisan paling depan tanpa mau mengantri berlama-lama. Memang butuh kesebaran untuk mendapatkan gilirian menyodorkan uang di dapan loket. Bahkan berdasarkan pengakuan salah seorang pengantri, ia harus berdiri selama tiga jam untuk mendapatkan giliran membayar di loket. Para Satpam kampus dan juga pegawai parkir tampak sibuk mengatur barisan. Menjaga kalau-kalau ada pengantri yang curang, atau ada yang memprovokasi sehingga menimbulkan kegaduhan.
Kegiatan “baris-berbaris” itu telah berlangsung selama tiga hari belakangan ini. Batas waktu pembayaran memang begitu singkat, karena hanya kurang lebih satu bulan. Konon katanya batas pembayaran berakhir pada hari ini.
Mengapa hal ini sering terjadi? Apakah karena keteledoran mahasiswa yang tidak membayar lebih awal atau pihak kampus tidak memberikan kelonggaran bagi para mahasiswa untuk melunasi pembayarannya?
Sebenarnya pembayaran dapat dilakukan di cabang BNI 46 mana saja, asalkan menyertakan kode yang telah disediakan pihak bank. Mahasiswa tidak harus mengantri di depan loket Bank kampus III. Tetapi, minimnya informasi tentang tata cara pembayaran menjadikan mahasiswa kesulitan melakukan pembayaran. Maka pekerjaan yang menjenuhkan itu tetap berulang kembali.
Semester sebelumnya pun mengalami hal yang sama. Meski pembayaran di bank telah dilakukan, tapi pihak bank tidak memberikan konfirmasi pelunasan ke BAU, sehingga antrian justru terjadi di depan BAU. Para mahasiswa pun rela mengantri berjam-jam hanya karena ingin men-validasi kwitansi pembayarannya.
Selain itu, batas pembayaran juga tidak masuk akal bagi mahasiswa, karena kita ketahui bersama, sebagian orang tua mahasiswa menerima gaji di awal bulan, sehingga harus menunggu beberapa hari untuk mendapatkan uang, sementara batas pembayaran hanya sampai tanggal 4 Februari 2012.
Untuk itu perlu sekiranya pihak kampus UMM agar membenahi sistem pembayaran dan melakukan sosialisasi jauh sebelumnya, agar mahasiswa tidak lagi bergerombol hanya karena ingin membayar uang kuliah.


9:05:00 PM
Puang Array
Posted in:
0 komentar:
Posting Komentar