18/01/12

Mimpi Indah-Ku

Pernakah anda bermimpi kawan? 

Aku  pernah kawan, tepatnya tadi malam mimpi itu datang. Mimpiku ini aneh, karena menyangkut suatu benda yang sampai saat ini masih menjadi teka-teki para ilmuwan. Belum ada ahli ruang angkasa mampu menjawabnya secara pasti tentang adanya benda ini.

Saat tengah malam yang gelap gulita dalam keadaan tidur nyenyak tanpa memikirkan beban utang. Tiba-tiba aku terhanyut dalam satu ruang di alam mimpi. Kurasai diriku berada jauh di kampung halamanku, tepat di rumah Kakekku. 

Di kampungku, adanya benda aneh menjadi pembicaraan hangat beberapa hari belakangan ini. Beberapa benda aneh itu tergelatak tepat di samping rumah kakekku. Tak ada yang tahu asal muasal benda-benda aneh tersebut. Namun diantara semua benda yang aneh tadi, ada beberapa yang masih bisa dikenali olah manusia. Beberapa potong roti, makanan ringan, coklet, serta barang-barang sembako. Begitu tiap malam benda-benda itu datang hingga tiga malam berturut, tanpa pernah kami ketahui siapa yang mendatangkan. Tapi diperkirakan benda asing itu tiba ditempat saat larut malam, ketika ibu-ibu, bapak-bapak, tante-tante, om-om, kakek-kakek dan nenek-nenek telah tidur. Saat sapi-sapi ternak dan peternaknya telah terlelap. Saat ayam-ayam jantan belum berkokok. 

Berbagai desas-desus beredar di masyarakat. Sebagian orang tua yang masih meyakini tentang mitos leluhur mengatakan benda itu adalah kiriman roh-roh nenek moyang yang telah gugur mendahului kita. Karena melihat kondisi cicitnya seperti sekarang, maka tak tenang mereka di alam sana. Harga beras melonjak drastis, telur-telur ayam kampung susah ditemui akibat ayam yang mati tiba-tiba akibat flu burung. Padi yang hijau tiba-tiba diserang hama, dan yang tersisa adalah batang-batangnya saja. Nelayan tak bersahabat lagi dengan laut. Tangkapan mereka kadang tidak cukup menghidup istri mereka selama sehari semalam. Sungguh menyedihkan. Mungkin karena anggapan itulah para arwah leluhur mengirimkan ke dunia sisa-sisa apa yang mereka dapatkan di surga. Meski sekedar minyak goreng.

Ada yang beranggapan lain. Benda-benda nan ajaib itu konon katanya dijatuhkan oleh orang Belanda dari pesawat super cepat tanpa mengeluarkan suara. Orang Belanda selama ini (konon katanya lagi) merasa bersalah yang berkepanjangan. Karena ulah nenek moyang mereka yang telah membentuk karakter bangsa Indonesia menjadi bangsa kuli. Jadilah bangsa ini menjadi bangsa pengemis.

Malam ketiga pun berlalu, orang-orang semakin penasaran. Dalam hati yang gundah, mereka tak pernah berani menyentuh barang-barang tersebut, apalagi menjarahnya, tidak sama sekali. Tapi rasa penasaran tentang darimana asalnya barang tersebut dan siapa membawanya semakin mendesak sebagian penduduk di kampungku untuk mencari tahu. 

Pada malam keempat, Aku, Bapakku, Nenekku, Pamanku, Tanteku, dan beberapa tetangga lainnya bersepakat untuk terjaga. Kami ingin menyaksikan langsung dari mana datangnya benda-benda itu. Aku mengendap-ngendap di bawah ranjang. Kakekku mengintip dari balik di dinding yang bocor, sementara nenekku mengintip dari balik ketiak kakekku. 

Suasana semakin tegang saat jam menunjukkan angka 11. 55 WITA. Kami tak sabar lagi ingin mengabdikan peristiwa aneh itu dalam memori otak. Tepat pukul 24.00 Waktu setempat, dari jauh terlihat cahaya terang di halaman rumah. Seperta lampu sorot yang berdaya jutaan kilo watt menembus tanah. Dari balik, jendela samar-samar kulihat benda yang bentuknya bundar melayang-layang hanya sekitar 3 meter dari permukaan tanah. Tak salah lagi, itu UFO.

Kakikku mulai gemetar, keringatku bercucuran. Kulihat kekekku tak bisa lagi menutup mulut dan matanya. Ia takjub. Tetanggaku yang tadinya paling berani kini bersembunyi di balik selimut. Nafasnya terengah-engah. Jantungnya berdenyut kencang, perlahan-lahan celananya basah tak kuasa menahan takut.

Ternyata semua itu adalah ulah UFO. Para alien ternyata peduli dengan nasib kami yang tidak pernah dipedulikan oleh penguasa. Kulihat mie instan, tembakau, minyak goreng, terigu, dan banyak lagi yang meluncur dari pesawat aneh itu. Mereka, para alien itu ada makhluk yang mulia. Rajin menabung dan suka menolong. Mereka bukanlah makhluk jahat sepeti sangkaku selama ini. Di dalam film-film, alien sering digambarkan sebagi makhluk jahat yang akan menguasai bumi, tapi sesungguhnya itu tidak benar.

Begitulah mimpiku kawan…setelah aku bangun, semuanya lenyap.


Malang, 10 Januari 2012
Oleh : Puang Array



0 komentar:

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | GreenGeeks Review