19/06/12

Ngeng…Ngeng…Lanjutkan Perjuanganmu Kawan!


“Ga, gimana kabarnya lorjen?”

Begitu kau selalu mengingatkanku tentang suatu dunia yang bernama blog.  Dunia tempat aku mencurahkan segala kegalauan dan canda tawaku. Kala itu blog menjadi kawan baru dalam hidup kita. Hingga aku putuskan untuk “pacaran” dengan blog pribadiku yang kuberi nama www.lorong-jengkie.blogspot.com. Dan kau pun mengikat janji sehidup semati dengan www.donortekstual.com
 
Makna dibalik pemberian nama blogku itu nanti kuceritakan padamu kawan, karena disini aku hanya ingin menulis tentang seseorang yang sering memberiku motivasi dalam menulis di dunia blog.

Salam Kawan…

Mari kita lanjutkan cerita yang sempat tertunda. Kepala ini terlalu berat menampung segala cerita hidup yang silih berganti. Kau sering bertanya, “kapan btkumu terbit?”
Kujawab singkat, “ya, tunggu saja”. Namun dalam hati berbisik,” kapan terbitnya, dikirim ke penerbit saja belum pernah”. Tapi aku tidak sealiran dengan Kanda Darno, yang bernazar takkan mau lulus kuliah sebelum bukunya terbit. Bagaimana pun, kuliah bagiku adalah salah satu anak tangga yang mesti dilalui untuk menuju ke ketinggian tertentu. Persoalan cepat atau lambatnya, semua tergantung mood dan juga tergantung dosen pembimbing. (hahahaha kisah klasik).

Ah, kita bernostalgia sejenak kawan…

Kala angin malam menusuk hingga ke tulang belakang pada sebuah tempat berinternet gratis di kampus kita mengadu nasib atas nama akademik. Kau asyik dengan “ Donor Tekstual” mu dan aku  pun larut dengan “lorong-jengkie” ku. Tak terasa canda tawa yang sedikit gila itu berlanjut hingga ayam berkokok. Sesekali kau menuliskan pesan untukku lewat inbox FB-mu, menawariku bahan untuk ditertawakan bersama. Dan akhirnya aku tertarik dengan idemu, hingga aku pun larut dalam dunia sintingmu…

Ide-ide sinting memang sering lahir dari kepala yang tak waras. Karena orang waras selalu dihantui dengan kehati-hatian sehingga mencoba adalah hal yang tabu baginya. Meski Kau terlalu ngawur dalam ukuran norma yang berlaku, tapi tidak bagiku. Kau adalah salah satu inspiratorku. Salah satu teman “curhat filosofis” sekaligus teman gila-gilaan. Penyakitku memang begitu, selalu tertarik dengan dunia yang sedikit gila, karena dibalik kegilaan itu tersimpan kewarasan. Dan kau adalah gambaran nyata dalam hal itu. 

Maaf kawan, sudah lama kita tak berbagi kisah di dunia maya. Bahkan dunia nyata pun telah memisahkan kita. Aku larut dengan dengan skripsiku, dan kau larut dengan KKN-mu yang tertunda. Kau larut dengan kasurmu yang empuk dan aku pun larut dengan hasil penelitianku…

Tapi meski kita berbeda zaman, berbada gaya, dan juga beda nasib tentunya, tapi atas nama dunia yang terlupa, atas nama dunia yang tak lagi waras, kita selalu dalam satu langkah...

Ngeng..Ngeng…Lanjutkan petualangmu kawan!

Mengenang Kawanku, Riqaryanto Manaba’
(Yang tertatih-tatih mengejar status kesarjanaannya)

1 komentar:

yes mengatakan...

wkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwk.
Mantapppppppppppppppppppppppppppppppppppppppp.
Memang kualitas catatan harian mahasiswa dengan sarjana ekonomi jauh sekali.
sedih aku membacanya.

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | GreenGeeks Review