11/12/11

Kabar Gembira!!!

Satu lagi prestasi yang ditelurkan oleh salah satu putra terbaik Sinjai. Hari ini, tanggal 10 Desember 2011, seorang anak muda yang profesinya sebagai aktivis kampus telah meraih gelar diploma pada bidang Bahasa yang sangat kren dan gaul, yaitu bahasa Inggris.


Hari ini langit tampak tersenyum dan matahari tampak malu-malu melihat langkah anak bangsa yang menuntut ilmu di UMM ini.  Dengan jas kebanggaannya yang berwarna merah hati yang berlabelkan matahari bersinar, anak muda ini melangkah dari kontrakannya menuju dome UMM, tempat dimana tanda gelar akan disematkan di dadanya. Tak lupa dasi hitam yang juga bemerek matahari bersinar ia lingkarkan ke lehernya yang kokoh itu. Celana kain hitam dan hem putih serta kecamata minus melengkapi tubuhnya dan menandakan kalau ia memang pantas untuk gelar itu.

Hari ini di Universitas Muhammadiyah Malang dilangsungkan satu ritual ilmiah, yaitu acara wisuda bagi mahasiswa dan juga mahasiswi yang telah lulus menempuh mata kuliah ESP selama dua semester. Gelar yang didapatkan setingkat diploma satu. Lumayan bergengsilah gelar semacam ini, meski para alumni mendapatkan selembar sertifikat saja, paling tidak dengan secarik kertas itu bisa menjadi pelengkap suatu saat pada berkas yang akan dibawa ke loket lowongan kerja. Atau benda semacam itu bisa dijadikan saksi akan sejarah masa muda yang begitu cepat berlalu. Anak cucupun bisa bangga kalau kakeknya yang kini mulai stroke pernah meraih gelar berbahasa Inggris, karena bahasa Inggris adalah bahasa internasional. Barang siapa tidak mengerti bahasa orang asing ini, maka label “kampungan” bisa didapatkan kapan saja. Karena bahasa inggris begitu berharga, orang-orang rela mengeluarkan lipatan-lipatan rupiah dari saku orang tuanya hanya karena ikut kursus kilat menghafal sejuta kosakata bahasa Inggris.

Anak muda kebanggan bangsa itu bernama Ammang, salah satu tokoh pentolan IKAMI Sulsel Cabang Malang yang kini harkat dan martabatnya meningkat naik, mengalahkan saudara kembaranya, Adam, yang meski menempati kamar yang sama dalam sebuah kontrakan, tapi nasib mereka berbeda satu sama lain. Karena Ammang sedikit beruntung dari pada Adam. Adam dan Ammang seangkatan, sama-sama memiliki kulit yang agak gelap (hitam yang diperhalus), memiliki rambut yang juga sama, memiliki hobi yang sama, bahkan saling merindukan ketika keduanya saling berpisah. Tapi begituah nasib, ia selalu berjalan mengikuti usaha seseorang. Dan dengan usahanya, nasib membawa Ammang jauh berbeda dengan Adam. (tidak ada niat membading-bandingkan kedua homo sapiens ini, tapi seperti itulah faktanya, dan fakta tak pernah berbohong).

Di sisi lain, seorang anak muda yang juga harapan bangsa tampak mengucek kedua mata. Melihat mukanya yang masih acakan (atau memang dari sononya yang acakan), anak muda ini baru bangkit dari pembaringan setelah sekian jam ia berkubang di atas kasur. Anak muda ini angkatan 2008, mengambil jurusan bagi calon Manejer. Kalau dilihat dari tahun masuknya kuliah, ia diatas satu tingkat dari Ammang, karena Ammang masuk di UMM dengan memilih jurusan menghafal undang-undang pada tahun 2009. Tapi anak muda yang acak-acakan tadi belum pernah merasakan bagaimana rasanya gelar kehormatan seperti Ammang. Maka tepat sekali jika seorang berkelakar kalau pretasi jangan dilihat dari umur seseorang, karena dari dua perbandingan diatas dapat menjelaskan kalau hal itu memang berlaku.

0 komentar:

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | GreenGeeks Review