07/12/11

Akmaluddin Rachim



Manusia ini terpental dari rahim ibunya menuju dunia dengan membawa kelamin jantan. Maka ia pun dinamai Akmaluddin. Seandainya ia seorang wanita, orang tuanya pasti memberinya nama Akmawati. Beliau  adalah putra tunggal alias anak satu-satunya dalam keluarga. Memiliki seorang ibu dan seorang ayah. Dilihat dari jumlah keluarganya, Ammang-begitu beliau disapa- bukanlah keluarga andalan anjuran pemerintah. Seperti kita ketahui bersama, keluarga andalan pemerintah terdiri dari Ayah, ibu, dan dua anak (layaknya iklan KB).

Ammang adalah tipikal perantau. Terbukti setelah masa studinya berakhir di SMA 1 Sinjai, ia melanjutkan kuliah di luar pulau Sulawesi. Dengan tekad yang bulat seperti bola pingpong, ia memilih kota Malang sebagai tujuan untuk menambah pengetahuannya. Maka mendaftarlah ia di salah satu universitas swasta terfavorit di kota Malang, yaitu Kampus Putih. Entah karena ia tertarik dengan danau, atau tertarik dengan lift yang tiap hari meluncur naik turun merambantati gedung, atau apalah sehingga ia memilih kampus putih sebagai tempat berpetualang intelektual.

Dalam perjalanan kehidupannya, nasib membawa Ammang hingga bertemu dengan sekelompok penghuni Rumah Hijau Al-Kausar 58. Al-Kautsar 58 adalah salah satu titik berkumpulnya anak-anak rantau dari Sulawesi Selatan dan Sekitarnya. Dari titik inilah Ammang mulanya mengenal Ollo’. Salah seorang tokoh  IKAMI SULSEL dan penganut murni paham Hedonisme, hingga mengenal Puang Array yang juga berasal dari daerah tempat tinggalnya. 

Di Kampus, Ammang tidak hanya terpanggil untuk datang dan duduk manis di bangku kuliah, atau menjadi mahasiswa yang setiap hari menempuh rute dari kost menuju warung makan, balik ke kost, menuju kampus, ke warung makan lagi dan kembali ke kost lagi. Tapi Ammang mengisi waktu luangnya untuk ikut berorganisasi. Maka dengan niat yang tulus, dan tanpa tekanan dari pihak asing, layaknya Negara Sedang Berkembang yang selalu ditekan dan diancam oleh negara adi kuasa, ia pun bergabung dengan salah satu organisasi kekeluargaan yang berasal dari daerahnya, selain juga aktif diberbagai organisasi yang tersedia di kampus.

Ammang mengawali pengabdiannya di IKAMI dari tahun 2009 sebagai anggota biasa, kemudian dipercayakan menjadi pengurus. Entah dibidang apa kala itu. Tapi saat ini ia dipecayakan oleh ketua umum untuk menempati Departemen Konseling dan Advokasi Anggota. Kalau kita lihat, tugas beliau ini mirip-miriplah dengan guru BK waktu SMA dulu. Depertemen ini sengaja diadakan, mengingat jaman yang serba edan seperti sekarang ini sering menjangkiti manusia hingga sakit stress akut yang susah disembuhkan. Nah diharapkan kehadiran Ammang, dapat menjadi angin segar bagi anggota yang mulai setres dan menuju tahap gila.

0 komentar:

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | GreenGeeks Review